
Menurut hasil riset dari Harvard University yang telah melalui berbagai uji coba dan survei membagi informasi ke meja redaksi Media Raja Dewa, stres yang terjadi pada wanita hamil tidak hanya akan berdampak pada ibu hamil saja, besarnya tekanan stres tersebut juga dapat mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan.
Menjadi prioritas utama untuk dapat mengetahui sejak dini dampak atau efek apabila mengalami stres pada saat sedang hamil. Pentingnya pengetahuan informasi ini agar sang ibu yang sedang hamil dapat dengan cepat menyesuaikan pola pikiran supaya tidak lagi mudah mengalami stres yang bisa saja memberi dampak buruk pada tumbuh kembang janin selama berada dalam kandungan, diliput warta harian Bandar Bola Online.
Ketahui sejak dini 5 resiko apabila ibu hamil mengalami stres:
1. Pengaruh Kecepatan Detak Jantung

Kecepatan detak jantung calon ibu yang sedang hamil harus dipastikan berada pada batas stabil atau normal, apabila ada terjadi peningkatan tajam detak jantung pada calon ibu yang diakibatkan oleh stres, maka akan memberi pengaruh pada jumlah asupan nitrisi untuk bayi, jika sampai terjadi stres akan terjadi penurunan jumlah asupan nutrisi dari ibu ke bayi. Sebab bayi dalam kandungan harus mendapatkan supplay mencukupi agar tidak terganggung proses perkembamngan selama masih di dalam kandungan.
2. Peradangan

Dampak stres juga berpengaruh pada susunan sistem pengelolaan dan janin dalam kandungan juga dengan cepat memberi balasan berupa respons inflamasi yang merupakan bagian dari jaringan syarat utama. Semakin besar tekanan stres yang terjadi pada ibu hamil maka dampak diperlihatkan oleh janin juga akan sama.
3. Penurunan Bobot

Terhambatnya supplay nutrisi dari ibu ke janin sehingga menyebabkan janin dalam kandungan tidak mendapatkan jumlah asupan nutrisi yang cukup akibat dari tersumbatnya sistem pengelola yang diakibatkan oleh stres, maka berpengaruh juga pada pertumbuhan berat badan bayi yang bisa saja jadi di bawah batas normal dan bahkan dapat memicu terjadi kelahiran prematur. Oleh sebab itu penting sekali menjaga kondisi ibu hamil tetap stabil, walaupun sering kita temui wanita yang sedang berbadan dua terjadi perubahan prilaku pada tingkat emosinya karena organ dalam tubuh ibu menghasilkan lebih banyak jumlah hormon daripada wanita yang tidak hamil.
4. Terganggunya Perkembangan Otak Pada Bayi

Dari semua bagian organ bayi yang terus mengalami perkembangan, otak merupakan bagian terpenting yang harus dijaga, sebab otak merupakan pusat syaraf utama pemberi perintah gerak ke semua bagian tubuh. Kepintaran berpikir juga bisa terpengahui dari dampak stres, pada masa pertumbuhan anak akan terlihat dari tingginya temperamen yang secara langsung meningkatkan resiko hipertensi.
5. Resiko Keguguran

Kalau calon ibu bayi yang tengah mengandung sampai mengalami stres juga memancing organ dalam tubuh wanita hamil menghasilkan suatu zat yang dapat membahayakan janin di dalam rahim. Zat dimaksud ialah (CRH) corticotropin releasing hormone. Jika sampai zat CRH ini sampai mengalir masuk ke dalam bagian aliran darah, kemungkinan bisa mengakibatkan terjadi kontraksi. Kalau sampai terjadi kontraksi berlebihan yang melewati batas normal, maka ada kemungkinan besar bisa sampai keguguran, dilaporkan Media Online Terbaik
