Steve Jobs Dikenang Sebagai Motivator Terbaik Dunia
- Rajadewa Community

- 8 Agu 2018
- 8 menit membaca
Diperbarui: 12 Agu 2018

Hampir semua orang berada di seluruh dunia mengenal Apple yang tidak lain adalah sebuah merek dagang raksasa berkelas internasional. Setiap hasil produksi berupa perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer dan elektronik dari perusahaan Apple selalu salku keras di pasaran, bukan hanya karena bentuknya yang menarik perhatian. Fungsi-fungsi dari setiap fitur yang ditanamkan pada produk Apple selalu mempunyai keunikan tersendiri yang pastinya belum dimiliki oleh vendor dagang lainnya di dunia, dilaporkan oleh wartawan Media Raja Dewa
Perusahaan raksasa yang berkedudukan di 1 Infinite Loop, Cupertino, California, Amerika Serikat adalah industri yang telah dibangun oleh tiga orang sahabat setia yaitu: Steve Jobs, Steve Wozniak dan Ronald Wayne. Ketiganya merupakan sosok hebat berwawasan luas dari kalangan terpelajar yang masuk dalam golongan orang-orang jenius di dunia, dan pernyataan mengenai mereka terbukti benar dengan hasil pencapaian dari perusahaan Apple Inc yang terus berkembang pesat dan bahkan Apple telah menorehkan sejarah dengan tercatat sebagai salah satu perusahaan pelopor teknologi berbasis komputerisasi digital yang sebanding dengan perusahaan raksasa lain seperti Dell, IBM, Samsung, Lenovo untuk bidang hardware sedangkan untuk bidang software ada Microsoft dan Google.
Dari tiga orang yang menjadi perintis utama yang menjadi dasar kuat berdirinya perusahaan Apple, Steve Jobs merupakan sosok pemilik pengaruh paling besar karena mulai dari sejak di dirikan sampai sukses mengantar industri perangkat komputer dan elektronik tersebut merajai pasar dunia. Tentu saja semua itu bisa terjadi berkat ide - ide cermelang Jobs yang tiada henti terus melakukan inovasi terbaru, tapi dari fakta yang terjadi inovasi tiada henti bukanlah satu-satunya kunci utama untuk mencapai kesuksesan, kesabaran dan pintar membaca situasi pasar apakah untuk saat ini sedang kondusif atau malah sedang lesu yang bisa saja disebabkan dari berbagai penyebab, ini juga merupakan bagian penting dari untuk menghasilkan panen buah manis atas sebuah keberhasilan besar.
Namun sangat disayangkan, Steve Jobs yang sudah di diagnosa mengidap penyakit kanker pankreas harus pergi untuk selama-lamanya meninggalkan dunia pada usia 56 tahun pada 5 Oktober 2011, akan tetapi semua karya dan pesan-pesan binjaksana yang pernah ia tuangkan ke dalam buku, hingga saat ini masih menjadi panutan sejumlah besar aktivis dari berbagai penjuru belahan dunia, terutama bagi kalangan muda dan pengusaha yang ingin bisa mencapai sebuah kesuksesan besar seperti Jobs. Nama besarnya tidak hanya dikenang sebagai salah satu pendiri perusahaan raksasa Apple Inc yang jenius dengan segudang inovasi terbaru, ia juga dikenang sebagai sumber motivasi utama pemberi semangat hidup dan hal itu yang membuat namanya masih punya pengaruh besar di dunia teknologi hingga sekarang.
Sabar menunggu sambil membaca situasi dan menentukan saat yang tepat untuk meluncurkan sebuah produk sesuai kebutuhan dan trend di saat yang tepat ke pasaran adalah kunci lain menuju kesuksesan. Pemikiran Jobs ini tergambar dari kutipan berikut:
"Semua gelombang-gelombang teknologi ini, kamu dapat menyaksikan sebelum mereka berdatangan, dan kamu harus menentukan pilihan dengan bijak untuk menentukan ke mana arah kamu berlayar. Jika kamu menggunakan pilihan dengan kurang bijaksana, maka kamu hanya akan buang tenaga yang tidak ada artinya, akan tetapi bila kamu mengampil pilihan dengan bijaksana setelah mempertimbangkan segala aspek, yang dapat selanjutnya terjadi akan membutuhkan waktu cukup lambat. Dibutuhkan konsentrasi dan kerja keras bertahun-tahun untuk mencapai impian itu".
"Kamu tidak punya banyak waktu, oleh karena itu jangan membuang-buang waktumu yang berharga itu hanya untuk hidup berada dalam lingkaran kehidupan milik orang lain. Besarnya godaan maka jangan sampai terperangkat dengan dogma, yang tidak lain merupakan hasil dari pemikiran yang bukan berasal dari diri sendiri. Jangan biarkan bisingnya opini dari orang lain memberi dampak pemikiran negatif sehingga membuat tenggelam suara sebenarnya hatimu yang bisa jadi itu adalah kunci jawaban sebenarnya. Dan bagian paling penting adalah harus mempunyai keberanian untuk tetap berpenggangan kuat mengikuti apa kata hati serta intuisi dari dirimu sendiri. Dari kedua prihal itu sudah mengetahui apa sebenarnya cita-cita yang ingin engkau capai".
Bandar Togel Online mengungkapkan bahwa sampai saat ini, masih terdapat banyak sekali nasihat-nasihat bijaksana, bagaimana pola pikir yang benar dari seorang Steve Jobs yang sudah diakui kepiawaian berinovasi dan selalu mengambil langkah-langkah bijak penuh pertimbangan bisa dijadikan motivasi untuk para anak-anak muda di seluruh dunia yang sedang atau ingin belajar bagaimana cara menggapai suatu keberhasilan dan tidak sampai salah mengatur langkah.
Universitas Stanford di California pernah mencatat kehadiran Steve Jobs datang sebagai tamu kehormatan pada acara wisuda untuk memberikan pidato untuk para wisudawan yang baru saja lulus tepat pada hari Minggu, 12 Juni 2005. Pada kesempatan acara itu Jobs menceritakan kisah tentang dirinya dan kiat-kiat seperti apa yang dapat membuat seseorang bisa menggapai kesuksesan, dan berikut ini rangkuman pidato Steve Jobs:
1. Pegang Teguh Kepercayaan, Jangan Pernah Takut
Pada bagian pertama pidato, pendiri Apple Inc langsung menekankan kepada semmua hadirin di Universitas Stanford untuk mempunyai keyakinan dan berpendirian kuat terhadap kata hati merupakan hal penting, Meskipun untuk saat itu kita masih bingung dan tidak tahu akan ke mana arah hati kan membawa.
Sewaktu masih muda, Jobs sudah mempunyai karakter berbeda dengan kepercayaan diri tinggi. Dan ia merupakan sosok mahasiswa berkarakter kuat di dalam lingkungan universitas, hal itu ia tunjukan dengan tidak mengikuti semua program pelajaran atau lebih dikenal dengan mata kuliah wajib. Jobs hanya akan mengikuti mata kuliah yang ia sukai saja, Karena suka akan keindahan bentuk sebuah tulisan maka ia mengambil keputusan untuk belajar kaligrafi, padahal mata pelajaran kaligrafi tidak mendukung sebagai bekal karir kerja.
Sewaktu sudah hendak mulai berkarya, Jobs tidak mengalami kesulitan mengatur keindahan fronts dan tipografi komputer. Jobs mengungkapkan "Dalam diri engkau haruslah percaya bahwa jalan hidup terlihat seperti titik-titik pasti suatu saat akan terhubung dengan masa depan. Bagaimana engkau wajib percaya pada sesuatu, motivasi hati, jalan takdir, unsur kehidupan, hukum karma, dan apapun itu. Dengan cara ini sampai sekarang tidak pernah mengecewakan dan telah memperlihatkan banyak perbedaan sepanjang hidup saya".
2. Percayalah, Kegagalan Awal Adalah Kesuksesan Tertunda
Waktu awal pertama kali kami coba memulai Apple, Jobs baru berusia 20 tahun bersama sahabatnya yaitu Steve Wozniak dan lokasi percobaan berada di dalam garasi milik orang tua Jobs. Dengan penuh semangat membara pantang menyerah, kerja keras Jobs dan Wozniak akhirnya terbayar dengan pencapaian nilai perusahaan bernilai 2 triliun dollar dengan didukung karyawan sebanyak 4.000 orang.
Tapi Jobs pernah juga mengalami masa-masa sulit di usia 30 tahun, karena dipecat oleh para anggota eksekutif di Apple yang tidak setuju dengan ide-ide dari Steve Jobs. jajaran anggota dewan eksekutif Apple pada saat itu lebih pilih membela orang lain yang Jobs sendiri bantu memasukan orang tersebut ke dalam bagian perusahaan. Akibatnya kerja keras Jobs selama 10 tahun di Apple jadi sia-sia, tapi ia tidak begitu saja putus asa dengan kejadian tersebut, segera ia putuskan untuk merintis lagi perusahaan baru.
Setelah membangun lagi sebuah perusahaan baru yang dia beri nama NeXT. Dengan cepat industri baru yang Jobs dirikan meraih sukses besar dan tidak membutuhkan waktu lama, Steve Jobs sudah mampu membeli sebuah perusahaan lain bernama Graphics Group. Dan ternyata pencapaian gemilang Jobs lewat NeXT, dengan cepat tercium dan kemudian malah perusahaan Apple mengambil keputusan membeli NeXT yang membuat secara otomatis Jobs bisa kembali menduduki posisi penting di Apple.
Graphics Group yang dikendalikan oleh Steve Jobs juga tercatat meraih keberhasilan besar, mungkin nama media industri Graphics Group terdengar asing di telinga, namun karya-karya dari perusahaan Graphics Group telah mendunia adalah Toy Story, Finding Nemo, Up, Coco tapi nama perusahaan itu sekarang sudah berganti nama menjadi Pixar.
3. Jangan Lupa Pada Kematian
Menurut catatan dari buku harian Steve Jobs, satu tahun sebelum memutuskan tampil membacakan pidato mengenai dirinya di Universitas Stanford, California, Amerika Serikat. Entrepreneur yang meninggal pada hari Rabu, 05 Oktober 2011 telah terlebih dulu menerima hasil diagnosa yang menyatakan bahwa ia mengidap penyakit kanker pankreas dan Jobs hanya punya sisa hidup maksimal selama enam bulan lagi, seperti yang diungkapkan dokter.
Jobs mengatakan "Tidak ada yang ingin mati. Bahkan orang-orang yang mau pergi ke surga tidak mau mati untuk sampai ke sana".
Sesudah mengetahui dirinya akan segera menemui kematian, dia tidak pernah merasa takut untuk menjalani sisa hidup yang tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Steve Jobs malah mengungkapkan bahwa dengan terus mengingat akan kematian, dirinya jadi semakin tidak merasa takut untuk kehilangan semua yang ia miliki di dunia ini dan dipicu hal tersebut semakin menambah keberanian untuk tetap terus mengikuti kata hatinya untuk tidak mudah terpengaruh hal lain tidak penting di luar sana, Jobs menganggap kematian ialah sesuatu hal baru yang baik yang tidak perlu banyak dipikirkan.
Kepintaran Steven Paul Jobs juga mampu memprediksi arus perkembangan teknologi yang dibutuhkan dunia pada masa mendatang juga terbukti jadi kenyataan, berangkat dari kata mata Steve Jobs yang sudah memperkirakan bakal terjadi fenomena luar biasa ini sejak 1985.
Pada saat itu Jobs sudah mengatakan "Komputer bukan sekedar alat untuk mengolah data sesuai prosedur perhitungan aritmetika dan juga bukan hanya sekedar alat hasil ciptaan begitu mengagumkan yang belum pernah kita temui dari tempat lain. Dan fungsi alat ini dapat berfungsi sebagai alat untuk menulis, bisa jadi pusat komunikasi, alat penghitung canggih seperti super kalkulator, bisa berguna juga untuk susun sebuah draft perencana, fungsi sebagai filler dan cocok untuk instrumen artistik. Dan semuanya itu menyatu jadi satu perangkat yang sudah bisa dioperasikan hanya dengan tenaga satu orang saja pada tiap unit komputer. Untuk itu kita hanya cukup dengan memberikan instruksi baru atau menambah perangkat lunak lain untuk melengkapi kebutuhan yang kita perlukan", ujar Steve Jobs kepada reporter dari redaksi Playboy di sebuah wawancara yang berlangsung pada tahun 1985, sesuai hasil liputan Bandar Bola Online
Berikut ini adalah hasil ramalan Steve Jobs yang sudah dapat memperkirakan terdapat empat fungsi yang dapat dilakukan apabila menggunakan komputer:
1. Sebagai Media Hiburan

Sudah sejak 1985, perusahaan pimpinan Jobs tercatat telah merilis empat model komputer yakni Apple I, Apple II, Lisa dan Macintosh. Hasil rancangan model-model keluaran pertama Apple untuk perangkat komputer ini dibuat untuk mendukung pendidikan di sekolah-sekolah agar tidak ketinggalan mengikuti perkembangan canggih dunia teknologi yang pada setiap tahun terus berkembang tanpa henti dengan meluncurkan produk dari model terbaru dan Steve Jobs sadar betul dengan ada didukung perangkat komputer maka secara otomatis produktivitas yang dihasilkan juga ikut meningkat.
Menurut hasil survei dari badan US Cencus Bureau mengungkapkan bawah pada tahun 1984 hanya terdapat delapan persen saja dari rumah di seluruh Amerikat Serikat memiliki komputer di rumah untuk mendukung pekerjaan. Tetapi perbedaan mencolok telah terjadi pada hasil sensus di tahun 2000, sudah terjadi peningkatan signifikan terhadap penggunaan komputer dengan menjadi 51 persen ditiap rumah tangga warga negeri Paman Sam. US Cencus Bureau Kembali melakukan survei pada 2017 dan memberi laporan mengejutkan yaitu setiap rumah di Amerika Serikat rata-rata merupakan pengguna komputer aktif.
Pendiri Apple Computer, Inc. juga telah memperkirakan konektivitas bakal mengalami perkembangan luar biasa yang tidak bisa dibayangkan, internet yang menjadi saluran utama penghubung komputer dengan dunia luar jadi terhubung juga dapat digunakan berbagai aktifitas selain untuk kepentingan bisnis dan ramalan mengenai hal-hal ini benar terjadi hingga sekarang sesuai seperti pemikiran Jobs saat itu.
2. Komputer Akan Dilengkapi Dengan Mouse

Terjadi sebelum komputer Apple model Lisa dan Macintosh diperkenalkan pada publik, perangkat komputer pada saat itu hanya dapat dikendalikan lewat papan kunci. Namun Jobs pernah berkata kalau mouse dipasangkan pada komputer untuk menyempurnakan dan mempermudah fungsi mengoperasikan komputer dan tentu saja dengan menggunakan mouse jauh lebih efektif untuk bantu melakukan semua pekerjaan seperti menempel dan memotong dengan kecepatan lebih baik dan harus diakui kalau mouse lebih efisien dari pendahulunya yang hanya bisa dikendalikan dengan papan kunci.
3. Kompetitor Baru Software dan Hardware Tak Terhitung Jumlahnya Terus Muncul

Steve Jobs telah menganalisa pada 1985 mencakup perusahaan yang memproduksi hardware baru ada sedikit, tapi dari sisi berbeda produsen untuk perangkat lunak komputer atau disebut software sudah ada tersedia sangat banyak sekali. Jobs juga sudah menyadari akan terjadi banyak persaingan skala besar untuk memproduksi komputer dan ia coba memastikan untuk bidang yang satu ini di bawah kendali Apple dan IBM selaku kompetitor utama. Namun menurut pemikiran pendiri Apple tersebut memperkirakan bila persaingan di bidang software akan jauh lebih hebat.
Penuturan reporter Bandar Casino Online Sampai saat ini untuk market software, Apple masih bersaingan dengan dua raksasa super hebat yang sangat sulit untuk ditandingi yaitu Microsft (Bill Gates & Paul Allen) dan Google (Sergey Brin, Larry Page & CEO Eric Schmidt). Sedangkan market hardware Apple bersaing dengan produsen teknologi Dell, Samsung dan Lenovo.
Walau Steve Jobs telah tiada semenjak 2011 karena penyakit kanker pankreas tapi api semangat dan sederetan kata-kata bijak hasil buah pemikiran dari Jobs tetap terus dikenang oleh para kalangan muda baik dari mahasiswa hingga pengusaha yang diketahui begitu mengidolakan Steve Jobs sebagai panutan terbaik dunia. Terus berjalan meski sudah tidak ada dukungan langsung dari Steve Paul Jobs, perusahaan Apple Inc tetap mengupayakan produk rancangan yang diluncurkan masih jadi yang terbaik dari vendor lainnya.

Melalui Chief Design Officer Apple, Jony Ive, memberikan bukti kepada dunia dengan meluncurkan rancangan pertama Apple Inc tanpa ada campur tangan dari Steve Jobs. Produk rancangan dimaksud Jonny Ive ialah Apple Watch atau bisa disebut juga smartwatch yang merupakan hasil rancangan CEO Apple, Tim Cook. Semenjak di rilis pada tahun 2015, Apple Watch membuktikan pada dunia bahwa mereka tetap mampu berinovasi dengan baik walaupun tanpa Jobs. Dan hal itu terbukti dari Apple Watch yang tercatat sebagai smartwatch terlaris dari Apple Inc.

Tapi dari salah satu pendiri Apple Inc, Steve Wozniak malah mengkritik Tim Cook dengan komentar pedas dengan mengatakan inovasi menciptakan Apple Watch bukan sebuah ide baik untuk dipertunjukan pada dunia teknologi dan bahkan Wozniak mengganggap hal itu adalah kegagalan dari Tim Cook memimpin Apple Inc yang dianggap telah melupakan takdir dan fungsi sebenarnya dari fitur asli Apple Watch.




Komentar